SIAKBA DAN INSTAGRAM: KESENJANGAN DIGITALISASI ADMINISTRATIF DAN PARTISIPATIF PADA KPU KOTA SEMARANG
Keywords:
SIAKBA, Instagram, Digitalisasi Pemilu, Demokrasi Digital, KPU Kota SemarangAbstract
Penelitian ini membandingkan SIAKBA, aplikasi rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dengan Instagram, kanal komunikasi utama KPU Kota Semarang kepada pemilih, untuk menguji keseimbangan digitalisasi administratif dan partisipatif. Studi kasus kualitatif ini memadukan analisis dokumen kelembagaan, sintesis literatur, dan data pembanding World Bank. Hasilnya menunjukkan asimetri tajam: SIAKBA matang dan tertanam dalam siklus rekrutmen, sedangkan Instagram meningkatkan kesadaran pemilih muda tetapi masih berada pada tahap e-enabling dengan komunikasi satu arah. Selisih skor interpretatif kesenjangan digitalisasi demokrasi (KDD) bernilai 2, yakni nilai maksimum. Pola serupa tampak secara nasional karena kemajuan digital Indonesia ditopang sistem inti pemerintahan, sementara keterlibatan warga tertinggal. Kesenjangan ini lebih mencerminkan pilihan desain kelembagaan daripada keterbatasan teknologi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









