Resistensi Tubuh Terhadap Modernitas: Perspektif Sosiologi Pembangunan mengenai Tren Whole Food dan Dinamika Penurunan Testosteron Pria

Authors

  • Ghaitsa Adre Prawiro Program studi pendidikan sejarah, Universitas Indraprastha Author
  • Hendi Irawan Program studi pendidikan sejarah, Universitas Indraprastha Author

Keywords:

Sosiologi Pembangunan, Whole Food, Testosteron, Modernitas, Kesehatan Pria, Kontrol Tubuh

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah fenomena pergeseran pola konsumsi pangan masyarakat urban, khususnya tren whole food, dan korelasinya secara struktural dengan penurunan kadar testosteron pada pria dalam perspektif sosiologi pembangunan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sosiologi kritis, data dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap 25 pria urban yang menjalankan defisit kalori ketat dan pola makan clean eating, serta studi literatur mengenai ekologi politik dan sosiologi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren konsumsi pangan sehat dalam sistem pertanian kapitalistik modern justru mengalami paradoks karena kontaminasi senyawa pengganggu endokrin (EDCs) akibat pembangunan produksi yang intensif. Selain itu, tekanan estetika modern mendorong pembatasan kalori ekstrem yang mengubah kondisi biologis pria, menciptakan bentuk kontrol tubuh oleh industri. Penelitian menyimpulkan bahwa penurunan biologis kadar testosteron merupakan sebuah manifestasi nyata bagaimana modernisasi kapitalistik mendestruksi biologi manusia, sehingga diperlukan arah pembangunan kesehatan yang berbasis keberlanjutan eko-sosial.

Downloads

Published

24-07-2026

How to Cite

Resistensi Tubuh Terhadap Modernitas: Perspektif Sosiologi Pembangunan mengenai Tren Whole Food dan Dinamika Penurunan Testosteron Pria. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(07 Juli), 1309-1316. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1800