Resistensi Tubuh Terhadap Modernitas: Perspektif Sosiologi Pembangunan mengenai Tren Whole Food dan Dinamika Penurunan Testosteron Pria
Keywords:
Sosiologi Pembangunan, Whole Food, Testosteron, Modernitas, Kesehatan Pria, Kontrol TubuhAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah fenomena pergeseran pola konsumsi pangan masyarakat urban, khususnya tren whole food, dan korelasinya secara struktural dengan penurunan kadar testosteron pada pria dalam perspektif sosiologi pembangunan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sosiologi kritis, data dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap 25 pria urban yang menjalankan defisit kalori ketat dan pola makan clean eating, serta studi literatur mengenai ekologi politik dan sosiologi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren konsumsi pangan sehat dalam sistem pertanian kapitalistik modern justru mengalami paradoks karena kontaminasi senyawa pengganggu endokrin (EDCs) akibat pembangunan produksi yang intensif. Selain itu, tekanan estetika modern mendorong pembatasan kalori ekstrem yang mengubah kondisi biologis pria, menciptakan bentuk kontrol tubuh oleh industri. Penelitian menyimpulkan bahwa penurunan biologis kadar testosteron merupakan sebuah manifestasi nyata bagaimana modernisasi kapitalistik mendestruksi biologi manusia, sehingga diperlukan arah pembangunan kesehatan yang berbasis keberlanjutan eko-sosial.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









