Distingsi Akal dan Intelek: Tinjauan Ruhiologi terhadap Proses Berfikir dan Pemahaman Hakikat Ilmu

Authors

  • Ririn Zhorifah Riyanti UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi Author
  • Iskandar Iskandar UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi Author
  • Suci Nora Julina Putri STKIP Al-Azhar Diniyyah Jambi Author

Keywords:

Kata Kunci: Akal, Intelek, Ruhiologi, Berfikir, Hakikat ilmu

Abstract

Islam memandang kapasitas akal sebagai mata yang membutuhkan kejernihan batin dan "cahaya" pemikiran yang tajam untuk memahami hakikat kebenaran. Sayangnya, komponen kognitif kerap menjadi satu-satunya fokus dalam sistem pendidikan modern. Studi kualitatif yang menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan mendasar antara pemahaman mengenai esensi pengetahuan (intelek) dan penalaran logis (akal). Hasil kajian menunjukkan bahwa menjadikan akal sekadar sebagai alat teknis-administratif hanya akan berujung pada kelelahan kognitif yang sia-sia. Studi ini menyarankan penyelarasan antara tafakkur (perenungan) dan tadabbur (refleksi mendalam) guna memulihkan peran intelektualitas. Pendekatan ini mengubah pengetahuan menjadi sebuah perjalanan spiritual yang membentuk insan beradab, alih-alih sekadar kumpulan fakta belaka. Kesimpulannya, sejauh mana pengetahuan memperkaya karakter dan memberikan manfaat nyata bagi orang lain saat ini merupakan indikator keberhasilan pendidikan sejati yang lebih baik dibandingkan pencapaian administratif di atas kertas.

Downloads

Published

18-07-2026

How to Cite

Distingsi Akal dan Intelek: Tinjauan Ruhiologi terhadap Proses Berfikir dan Pemahaman Hakikat Ilmu. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(07 Juli), 960-969. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1737