Dari Dapur ke Ritual: Rekonstruksi Peran Ekologis Perempuan dalam Budaya TabotBengkulu sebagai Representasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Komunitas
Keywords:
perempuan, ekofeminisme, kearifan lokal, Tabot Bengkulu, pengelolaan sumber daya alam.Abstract
Tulisan ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana perempuan dalam komunitas Tabot Bengkulu mentransmisikan nilai-nilai ekologis kepada generasi muda sebagai bagian dari kearifan lokal dan pelestarian lingkungan berbasis budaya, juga sebagai manifestasi prinsip- prinsip Pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas (CBNRM) dalam konteks budaya lokal Bengkulu. Sebagai penelitian konseptual, tulisan ini mengkaji keterkaitan antara nilai- nilai budaya Tabot, konsep ekofeminisme, dan prinsip community-based resource management (CBNRM). Pendekatan konseptual digunakan untuk menguraikan bagaimana peran sosial, spiritual, dan ekologis perempuan menjadi bagian integral dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Analisis ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya sebagai pelestari budaya, tetapi juga penggerak utama dalam konservasi sumber daya alam berbasis komunitas. Temuan konseptual ini mempertegas pentingnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dan gender dalam kebijakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









