CERITA RAKYAT SEBAGAI SARANA EDUKASI MORAL: STRATEGI PENANAMAN NILAI KARAKTER MELALUI STORYTELLING PADA ANAK USIA DINI
Keywords:
Cerita rakyat, pendidikan karakter, anak usia dini, edukasi moralAbstract
Penanaman nilai-nilai karakter sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan kepribadian anak yang berakhlak, berempati, dan bertanggung jawab. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, cerita rakyat memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi moral yang mampu menyampaikan pesan-pesan kebajikan melalui kisah yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana cerita rakyat dapat digunakan sebagai strategi penanaman nilai karakter melalui kegiatan storytelling, serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik pendidikan karakter dan storytelling. Hasil kajian menunjukkan bahwa storytelling berbasis cerita rakyat efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, disiplin, empati, dan rasa cinta terhadap budaya lokal. Selain itu, kegiatan storytelling juga mampu meningkatkan kemampuan bahasa, imajinasi, dan pemahaman moral anak. Dengan demikian, penggunaan cerita rakyat dalam kegiatan storytelling dapat menjadi strategi edukatif yang relevan dan menyenangkan dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









