ANALISIS KELAYAKAN USAHA KERTAS DAUR ULANG DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI DAN PELEPAH PISANG
Keywords:
Sampah organik, kulit kopi, pelepah pisang, kertas daur ulang, kelayakan usahaAbstract
Indonesia menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan optimal, sementara kebutuhan kertas masih bergantung pada kayu yang terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komposisi campuran kulit kopi, pelepah pisang, dan kertas HVS bekas untuk menghasilkan kertas daur ulang berkualitas serta menganalisis kelayakan teknis dan ekonominya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Hasil uji menunjukkan gramatur (79,30–94,14 g/m²), ketahanan tarik (1,93–1,97 kN/m), dan daya serap air sesuai standar RSNI3, meskipun nilai kekasaran masih melebihi batas. Kertas dinilai ramah lingkungan dan berpotensi digunakan sebagai kertas seni. Dari sisi ekonomi, usaha dinyatakan layak dengan NPV positif Rp6.404.138 dan prospek keuntungan yang menjanjikan. Titik impas (BEP) tercapai pada penjualan 2.314 lembar per tahun, yang secara operasional dapat diraih dalam 56 hari kerja. Analisis sensitivitas menunjukkan harga jual sebagai variabel paling berpengaruh. Dengan demikian, kertas daur ulang berbahan kulit kopi dan pelepah pisang layak secara teknis dan ekonomi, sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah pertanian.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









