ANALISIS TREN PENDAKIAN GUNUNG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALAM DI KABUPATEN WONOSOBO
Keywords:
Pendakian Gunung, Pariwisata Minat Khusus, Media Sosial, Wisata Alam, Wisata KeberlanjutanAbstract
Meningkatnya minat wisatawan terhadap pendakian gunung menjadikan Wonosobo, dengan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, sebagai destinasi populer yang menghadirkan peluang ekonomi sekaligus ancaman lingkungan. Kondisi ini penting dikaji untuk memahami tren pendakian sebagai daya tarik wisata alam serta dampaknya terhadap masyarakat lokal. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi kepada pendaki dan pengelola basecamp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pendaki berasal dari kalangan muda, yang memandang pendakian sebagai aktivitas rekreasi sekaligus gaya hidup yang erat kaitannya dengan media sosial. Aktivitas ini berdampak positif pada ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan homestay, jasa porter, dan usaha kecil masyarakat, namun juga menimbulkan tantangan berupa permasalahan sampah, kerusakan jalur, serta penurunan kualitas lingkungan. Perbedaan kebijakan antar basecamp menunjukkan lemahnya koordinasi pengelolaan destinasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan terpadu berbasis keberlanjutan yang melibatkan masyarakat lokal, didukung regulasi jelas, serta pemanfaatan teknologi digital. Temuan ini memberikan kontribusi bagi strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan pegunungan Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









