Analisis Efektivitas Program Reskilling Dan Upskilling Dalam Mengatasi Kesenjangan Keterampilan di Indonesia
Keywords:
reskilling, upskilling, kesenjangan keterampilan, pekerjaan layakAbstract
Indonesia menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan di mana peningkatan kuantitas tenaga kerja tidak diikuti dengan peningkatan kualitas, yang menyebabkan tingginya pengangguran dan dominasi sektor informal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program reskilling dan upskilling pemerintah Indonesia, khususnya Program Kartu Prakerja, dalam mengatasi kesenjangan keterampilan dan kontribusinya terhadap pencapaian SDG 8. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan kuantitatif deskriptif menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan keterampilan tenaga kerja dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 96,8% dan pengakuan peningkatan keterampilan sebesar 88,92%, serta menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 4,76% pada Februari 2025. Namun, program ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan instruktur, resistensi peserta, dan kurangnya standarisasi sertifikasi. Meskipun demikian, program Kartu Prakerja berkontribusi signifikan dalam mendukung target SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Temuan ini memberikan gambaran mengenai efektivitas serta tantangan implementasi program reskilling dan upskilling di Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









