ANALISIS PENERAPAN ORNAMEN ACEH PADA MEUNASAH GAMPONG LANCANG GARAM, KOTA LHOKSEUMAWE
Abstract
Arsitektur tradisional Aceh merupakan refleksi dari nilai budaya, adat istiadat, serta sistem kepercayaan masyarakat Aceh yang telah bertahan lintas generasi. Di tengah arus modernisasi, eksistensi meunasah sebagai representasi identitas lokal menghadapi tantangan besar. Penelitian ini mengkaji elemen arsitektur tradisional Aceh yang masih terjaga pada Meunasah Gampong Lancang Garam di Kota Lhokseumawe. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif yang mengandalkan observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur, penelitian ini menelusuri ornamen. Temuan menunjukkan bahwa Meunasah Lancang Garam tetap mempertahankan ornamen Aceh yang sudah lahir sejak dulu. Kajian ini memperlihatkan bahwa upaya menjaga meunasah bukan sekadar pelestarian fisik bangunan, melainkan juga pelestarian ruh budaya yang hidup di dalamnya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









