SOSIALISASI PENYAKIT SERANGAN ASMA, FACTOR PENCEGAHAN DAN PENGOBATANYA

Authors

  • Diana Laila Ramatillah, Fajar Amirulah, Amar Sulthan Fauzi, Febrianti Kusuma Wulandari, Fira Restu Fauzi, Enjelina Pabunta, Irene Epifania, Sitorus Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Author

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi kronis saluran napas yang memengaruhi >260 juta orang global. Jakarta mencatat kasus asma tertinggi ketiga di Indonesia, dengan remaja rentan akibat pemicu lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan asma, pencegahan, dan penatalaksanaan pada siswa SMA. Intervensi dilaksanakan di SMAN 15 Jakarta (20 Mei 2025) melibatkan 31 siswa. Kegiatan mencakup pre-test, edukasi interaktif (patofisiologi, pemicu, tatalaksana farmakologis/non-farmakologis), simulasi inhaler, dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif. Peningkatan pengetahuan signifikan teramati: pemahaman asma sebagai inflamasi kronis (83,87% menjadi 90,32%), pengenalan gejala (96,77% menjadi 100%), dan tujuan terapi (87,10% menjadi 93,55%). Namun, miskonsepsi bertahan, seperti keyakinan asma dapat disembuhkan (19,35% menjadi 93,55% setuju salah) dan ketidakperluan inhaler saat serangan (3,23% menjadi 16,13%). Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan asma. Intervensi berkelanjutan diperlukan untuk mengatasi miskonsepsi, menekankan sifat kronis asma dan urgensi inhaler.

Downloads

Published

18-06-2025

How to Cite

SOSIALISASI PENYAKIT SERANGAN ASMA, FACTOR PENCEGAHAN DAN PENGOBATANYA. (2025). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(03 Juni), 3880-3887. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/503