TRADISI PENYEMBUHAN IBU MELAHIRKAN PADA MASYARAKAT METO DI DESA PANITE KECAMATAN KOT'OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Keywords:
tradisi penyembuhan; ibu nifas; aufmaputu; masyarakat Meto; eksistensiAbstract
Persalinan bagi masyarakat Meto merupakan peralihan sosial dan spiritual yang menuntut perawatan khusus, sementara meluasnya layanan kesehatan modern mengurangi pemahaman generasi muda tentang perawatan tradisional ibu nifas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan eksistensi tradisi penyembuhan ibu melahirkan (aufmaputu) pada masyarakat Meto di Desa Panite, Kecamatan Kot'olin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan etnografi. Tujuh informan dipilih secara purposif; data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman, serta diuji melalui triangulasi. Hasilnya, tradisi berlangsung 40 hari di bawah pendampingan dukun beranak, meliputi penghangatan di atas bara api, mandi dan kompres rempah, ramuan, pengasapan (tatobi), serta pantangan adat. Tradisi bertahan karena dianggap relevan, memberi rasa aman, dan didukung dukun beranak, bidan, pemerintah desa, dan keluarga, meski terancam lemahnya regenerasi pengetahuan ramuan dan perubahan hunian. Tradisi ini bertahan melalui adaptasi dan kolaborasi dengan layanan kesehatan modern.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









