Kontekstualisasi Makna Shiyam Terhadap Nilai-Nilai Teologis Pendekatan Teori Double Movement
Keywords:
Double Movement; Fazlur Rahman; Nilai Teologis; Puasa; ShiyamAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai teologis yang terkandung dalam konsep shiyam dalam Al-Qur’an serta mengkontekstualisasikannya dalam kehidupan Muslim kontemporer melalui teori Double Movement Fazlur Rahman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan memahami puasa terutama sebagai kewajiban ritual, padahal QS. Al-Baqarah [2]: 183–185 menunjukkan dimensi spiritual, moral, dan sosial yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan tafsir tahlili dan teori Double Movement. Data primer berupa ayat-ayat shiyam, khususnya QS. Al-Baqarah [2]: 183–185, sedangkan data sekunder berupa kitab tafsir, karya Fazlur Rahman, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui dua gerakan: pembacaan konteks historis untuk menemukan prinsip moral umum dan kontekstualisasi prinsip tersebut pada kehidupan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan lima prinsip teologis utama shiyam, yaitu taqwa, ubudiyah, tazkiyatun nafs, muraqabah, dan solidaritas sosial. Kelima prinsip tersebut menunjukkan bahwa puasa tidak berhenti pada pengendalian makan dan minum, tetapi membentuk kesadaran ketuhanan, kepatuhan, penyucian diri, integritas, dan kepedulian sosial. Kontekstualisasinya dapat dilihat pada ranah personal, sosial, dan digital. Dengan demikian, Double Movement membantu membaca shiyam sebagai praktik ibadah yang memiliki prinsip moral universal dan tetap relevan bagi pembentukan karakter Muslim kontemporer.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









