Pembiasaan Praktik Ibadah Salat untuk Meningkatkan Kemampuan Hafalan Bacaan dan Ketepatan Gerakan Salat pada Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar
Keywords:
Pembiasaan, Salat, Hafalan Bacaan, Gerakan Salat, Anak Usia DiniAbstract
Pendidikan agama berperan penting dalam membentuk karakter religius dan kebiasaan beribadah anak sejak usia dini. Observasi awal di MD Al-Husna, Ulujami, Jakarta Selatan, menunjukkan bahwa sebagian anak belum menguasai bacaan dan gerakan salat secara memadai, terutama bacaan tahiyat akhir serta perbedaan posisi duduk tasyahud awal dan tasyahud akhir. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan hafalan bacaan dan ketepatan gerakan salat melalui pembiasaan praktik ibadah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 29 Juli, 5, 12, dan 19 Agustus 2026 dengan melibatkan 40 anak berusia 4–9 tahun. Strategi kegiatan mencakup talqin bacaan, pemberian contoh oleh guru, praktik salat berjamaah, pengulangan, pendampingan, koreksi, dan evaluasi melalui pengamatan perkembangan peserta. Hasil kegiatan memperlihatkan perkembangan positif pada kemampuan mengikuti dan menghafalkan bacaan, memahami urutan gerakan, serta membedakan posisi duduk tasyahud awal dan akhir. Antusiasme anak selama kegiatan juga tergolong tinggi. Anak usia 4–5 tahun tetap memerlukan contoh, pengulangan, dan pendampingan yang lebih intensif dibandingkan anak usia 6–9 tahun. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembiasaan yang dipadukan dengan talqin, keteladanan, praktik langsung, dan koreksi bertahap dapat menjadi pendekatan pedagogis yang relevan untuk penguatan keterampilan ibadah anak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









