Pengaruh Variasi Konsentrasi Hidrogen Fluorida dan Temperatur Proses Pickling terhadap Ketebalan Lapisan Oksida serta Pitting Corrosion pada Sambungan Las Gtaw Stainless Steel 304l
Keywords:
Stainless steel 304L, Pickling, Pitting corrosion, Lapisan oksida, GTAWAbstract
Stainless steel 304L banyak digunakan pada industri kimia, makanan-minuman, dan aplikasi maritim karena ketahanan korosinya, namun proses pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) membentuk lapisan oksida (heat tint) pada daerah las yang menurunkan ketahanan terhadap pitting corrosion. Salah satu metode untuk menghilangkan lapisan tersebut adalah pickling menggunakan campuran HNO₃ dan HF. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi konsentrasi HF (0,5%; 1%; 3%; 5%) dan temperatur pickling (30°C, 35°C, 40°C) pada larutan HNO₃ 25% selama 35 menit terhadap ketebalan lapisan oksida dan ketahanan pitting corrosion sambungan las GTAW SS304L. Evaluasi dilakukan melalui mikroskop optik, Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), weight loss, corrosion rate, dan uji pitting corrosion ASTM G48. Hasil menunjukkan pengaruh HF dan temperatur bersifat tidak linier; kombinasi HNO₃ 25% + HF 3% pada 40°C memberikan performa terbaik dengan lapisan oksida paling tipis (0,60 µm), nilai polarization resistance tertinggi (3499,1 Ω·cm²), serta weight loss dan corrosion rate terendah, menunjukkan keseimbangan optimal antara pelarutan oksida dan pembentukan kembali lapisan pasif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









