Multidimensional Sustainability Assessment of Cocoa Plantation Systems in Dryland Agroecosystems: A RAP-Cocoa Approach in Malaka Regency, Indonesia
Keywords:
kakao, keberlanjutan, Multidimensional Scaling, RAP-Kakao, lahan kering, MalakaAbstract
Keberlanjutan sistem perkebunan kakao menjadi isu strategis di tengah tekanan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, terutama pada agroekosistem lahan kering. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status keberlanjutan perkebunan kakao di PT Timor Mitra Niaga, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menggunakan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) melalui kerangka RAP-Kakao. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur terhadap 25 responden, serta menilai 13 atribut pada dimensi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Hasil menunjukkan indeks keberlanjutan total sebesar 63,47 dan termasuk kategori cukup berkelanjutan. Dimensi ekonomi memiliki indeks tertinggi (71,25), diikuti sosial (61,38) dan lingkungan (57,79). Analisis leverage mengidentifikasi intensitas penggunaan pestisida, pengelolaan limbah kebun, dan pelatihan tenaga kerja sebagai atribut paling sensitif. Model MDS menunjukkan kinerja baik dengan stress 0,14 dan R² 0,93. Temuan menegaskan perlunya penguatan pengelolaan lingkungan dan kapasitas tenaga kerja untuk meningkatkan keberlanjutan perkebunan kakao di lahan kering.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









