Imunosenesens dan Kerentanan Populasi Usia Lanjut Terhadap Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)
Keywords:
COVID-19, SARS-CoV-2, Lansia, Imunosenesens, Inflammaging, Badai Sitokin, KomorbiditasAbstract
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan pandemi global dengan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Lansia (≥60 tahun) merupakan kelompok yang paling rentan mengalami COVID-19 berat dan memiliki angka kematian yang tinggi akibat penurunan fungsi sistem imun (imunosenesens). Artikel ini menggunakan metode narrative review dengan menelaah dan menganalisis berbagai literatur ilmiah mengenai imunopatogenesis COVID-19, imunosenesens, serta pengaruh komorbiditas dan nutrisi pada lansia. Hasil kajian menunjukkan bahwa lansia secara konsisten mengalami tingkat keparahan klinis dan mortalitas yang lebih tinggi, terutama pada individu dengan komorbiditas seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, dan penyakit paru kronis. Imunosenesens dan inflammaging menyebabkan melemahnya respons imun bawaan dan adaptif, menurunkan produksi interferon, mengganggu fungsi sel B dan sel T, serta meningkatkan risiko terjadinya badai sitokin yang berujung pada kerusakan paru. Kondisi tersebut memperburuk kemampuan tubuh dalam mengenali dan mengeliminasi SARS-CoV-2. Dengan demikian, usia lanjut, penurunan fungsi imun, dan komorbiditas merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya keparahan dan mortalitas COVID-19 pada populasi lansia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









