Penguatan Rencana Tindak Darurat melalui Sistem Peringatan Dini Terintegrasi pada Bendungan Meninting
Keywords:
Bendungan Meninting, Rencana Tindak Darurat, sistem peringatan dini, keamanan bendungan, manajemen risikoAbstract
Bendungan Meninting merupakan infrastruktur sumber daya air strategis dengan klasifikasi bahaya sangat tinggi. Skenario kegagalan bendungan dalam dokumen Rencana Tindak Darurat (RTD) menunjukkan potensi genangan sekitar 2.997 ha yang dapat memengaruhi 130.976 jiwa atau 32.740 kepala keluarga di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Artikel ini bertujuan mengevaluasi kesiapan RTD, mengidentifikasi akar masalah kedaruratan, dan merumuskan solusi rekayasa prioritas untuk meningkatkan keselamatan masyarakat hilir. Data bersumber dari observasi lapangan, dokumen teknis bendungan, data hidrologi dan operasi, peta genangan, data kependudukan, serta dokumen RTD. Analisis dilakukan menggunakan Fishbone Diagram dan 5 Whys, sedangkan prioritas solusi ditentukan dengan Weighted Decision Matrix berdasarkan efisiensi, biaya, keamanan, dan keberlanjutan. Hasil menunjukkan bahwa akar masalah utama terletak pada belum optimalnya integrasi pemantauan, peringatan dini, komunikasi berjenjang, koordinasi antarinstansi, dan kesiapsiagaan masyarakat. Penguatan Early Warning System (EWS) memperoleh skor tertinggi 4,60 dan dipilih sebagai solusi utama. EWS terintegrasi dengan RTD menjadi pendekatan nonstruktural penting untuk menurunkan konsekuensi kegagalan bendungan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









