Penguatan Rencana Tindak Darurat melalui Sistem Peringatan Dini Terintegrasi pada Bendungan Meninting

Authors

  • Jiden Desta Mahendro Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia Author
  • I. Nyoman Lokajaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia Author
  • Nurani Hartatik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia Author

Keywords:

Bendungan Meninting, Rencana Tindak Darurat, sistem peringatan dini, keamanan bendungan, manajemen risiko

Abstract

Bendungan Meninting merupakan infrastruktur sumber daya air strategis dengan klasifikasi bahaya sangat tinggi. Skenario kegagalan bendungan dalam dokumen Rencana Tindak Darurat (RTD) menunjukkan potensi genangan sekitar 2.997 ha yang dapat memengaruhi 130.976 jiwa atau 32.740 kepala keluarga di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Artikel ini bertujuan mengevaluasi kesiapan RTD, mengidentifikasi akar masalah kedaruratan, dan merumuskan solusi rekayasa prioritas untuk meningkatkan keselamatan masyarakat hilir. Data bersumber dari observasi lapangan, dokumen teknis bendungan, data hidrologi dan operasi, peta genangan, data kependudukan, serta dokumen RTD. Analisis dilakukan menggunakan Fishbone Diagram dan 5 Whys, sedangkan prioritas solusi ditentukan dengan Weighted Decision Matrix berdasarkan efisiensi, biaya, keamanan, dan keberlanjutan. Hasil menunjukkan bahwa akar masalah utama terletak pada belum optimalnya integrasi pemantauan, peringatan dini, komunikasi berjenjang, koordinasi antarinstansi, dan kesiapsiagaan masyarakat. Penguatan Early Warning System (EWS) memperoleh skor tertinggi 4,60 dan dipilih sebagai solusi utama. EWS terintegrasi dengan RTD menjadi pendekatan nonstruktural penting untuk menurunkan konsekuensi kegagalan bendungan.

Downloads

Published

11-08-2026

How to Cite

Penguatan Rencana Tindak Darurat melalui Sistem Peringatan Dini Terintegrasi pada Bendungan Meninting. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(08 Agustus), 512-525. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1884