Analisis Sistem Elektrikal pada Museum Pendidikan Nasional, Universitas Pendidikan Indonesia
Keywords:
Mekanikal Elektrikal, Utilitas, Museum Pendidikan NasionalAbstract
Sistem MEP (Mechanical Electrical Plumbing) pada bangunan dibutuhkan perencanaan dan pemasangan yang tepat agar tidak terjadi masalah seperti konsleting bahkan kebakaran juga kemungkinan dapat terjadi. Untuk memudahkan kegiatan di dalam maupun di luar gedung, maka diperlukan perancangan pada sistem mekanikal, elektrikal dan plumbing. Dengan begitu, MEP yang baik dan memadai dapat memenuhi kebutuhan pengguna secara efisien. Para pengguna yang berada di bangunan akan merasakan nyaman dan aman. Dengan adanya perencanaan dan perancangan MEP pada bangunan, maintenance akan mudah dilakukan dan tidak mengeluarkan banyak biaya operasional. Pada objek studi kami, bangunan yang diambil adalah Museum Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan mengobservasi MEP pada Museum Pendidikan. Penelitian ini difokuskan ke sistem kelistrikan di Museum Pendidikan dengan standar PUIL 2011 sebagai pedoman. Hasil dari observasi yaitu Museum Pendidikan memiliki kapasitas 197 kVA. Dalam perhitungan yang didapatkan titik lampu yang dibutuhkan berjumlah 38 lampu setiap lantainya dengan lampu 20 watt. Museum Pendidikan telah memenuhi standar pada sistem utilitasnya dan distribusi listrik yang terorganisir dengan baik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









