Implementasi Meaningful Learning Ausubel pada Pembelajaran Bahasa Jepang SMA Negeri 1 Batu
Keywords:
Pembelajaran Bahasa Jepang, Pembelajaran Bermakna, Teori AusubelAbstract
Pengajaran bahasa Jepang di tingkat SMA seringkali menghadapi tantangan terkait retensi kosakata dan struktur kalimat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi prinsip Meaningful Learning teori David Ausubel pada pembelajaran bahasa Jepang di SMA Negeri 1 Batu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari seorang guru bahasa Jepang dan 13 peserta didik kelas XI-3 yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang mencakup observasi pembelajaran dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Temuan utama menunjukkan bahwa guru berhasil mengimplementasikan tahapan pembelajaran bermakna secara sistematis melalui pemberian pengatur awal (advance organizer), diferensiasi progresif, dan fasilitasi asimilasi pengetahuan, yang berdampak pada respons sangat positif serta partisipasi aktif peserta didik. Namun, tahapan refleksi pada akhir pembelajaran belum dilaksanakan secara konsisten. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoritis dengan membuktikan bahwa teori kognitif Ausubel dapat diterapkan secara efektif dalam pengajaran bahasa asing berbasis kognitif di sekolah menengah. Kesimpulannya, implementasi Meaningful Learning telah berjalan dengan baik, dan penelitian mendatang direkomendasikan untuk menguji pengaruh model refleksi terstruktur terhadap tingkat retensi memori jangka panjang peserta didik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









