Karakteristik dan Prevalensi Kegawatdaruratan Kasus Bedah Abdomen pada Anak di RSUD Raden Mattaher Selama dan Pasca Pandemi Covid-19

Authors

  • Zenitha Zakiah Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Jambi Author
  • Miftahurrahmah Departemen Bedah, Divisi Bedah Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Jambi Author
  • Mara Imam Taufiq Siregar Departemen Anestesiologi dan Perawatan Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Jambi Author
  • Willy Hardy Marpaung Departemen Bedah, Divisi Bedah Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Jambi Author
  • Esa Indah Ayudia Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jambi Author

Keywords:

anak, apendisitis, bedah abdomen, COVID-19, kegawatdaruratan

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan bedah anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan prevalensi kasus kegawatdaruratan bedah abdomen pada anak di RSUD Raden Mattaher selama dan pasca pandemi COVID-19.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien anak usia ≤18 tahun dengan kasus kegawatdaruratan bedah abdomen di RSUD Raden Mattaher periode 2020–2024. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, indikasi kegawatdaruratan, diagnosis, tata laksana, dan periode kejadian. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.  Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (60,7%), berusia 1–5 tahun (27,4%), dengan indikasi non-trauma (94%). Diagnosis terbanyak adalah apendisitis akut (23,8%), sedangkan tindakan yang paling sering dilakukan adalah apendektomi. Sebagian besar kasus terjadi pada periode selama pandemi COVID-19 (58,3%).  Pembahasan: Dominasi pasien laki-laki, usia balita, kasus non-trauma menunjukkan bahwa kegawatdaruratan bedah abdomen pada anak masih didominasi penyakit saluran cerna. Tingginya proporsi kasus selama pandemi mengindikasikan bahwa pelayanan bedah emergensi tetap berlangsung. Simpulan: Karakteristik kegawatdaruratan bedah abdomen pada anak di RSUD Raden Mattaher didominasi pasien laki-laki, usia 1–5 tahun, indikasi non-trauma, diagnosis apendisitis akut, dan tata laksana apendektomi. Prevalensi kasus lebih tinggi pada periode selama pandemi COVID-19.

Downloads

Published

28-07-2026

How to Cite

Karakteristik dan Prevalensi Kegawatdaruratan Kasus Bedah Abdomen pada Anak di RSUD Raden Mattaher Selama dan Pasca Pandemi Covid-19. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(07 Juli), 1513-1520. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1816