PERANCANGAN STARTUP EDUTECH DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP DESIGN THINKING PADA PROGRAM AGILE INNOVATION PROJECT BASED LEARNING CORPORATE INNOVATION ASIA
Keywords:
Digitalisasi, Design Thinking, Startup, Pembelajaran Daring, Education TechnologyAbstract
Pandemi Covid-19 mengharuskan kegiatan belajar mengajar beralih ke metode daring, namun penerapannya menimbulkan berbagai kendala bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), antara lain rendahnya pemahaman materi, minimnya interaksi, dan kejenuhan belajar. Penelitian ini bertujuan merancang startup edutech yang membantu siswa SMA mengoptimalkan pembelajaran daring melalui pendekatan Design Thinkingpada program Agile Innovation Project Based Learning di PT. Cipta Konsultan Internasional. Metode yang digunakan menerapkan lima tahap Design Thinking, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test, dengan data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner kepada 20 siswa SMA kelas 10-12 di wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menghasilkan platform bimbingan belajar daring bernama “Jam Belajar” dengan dua fitur utama, yaitu Kelas Bareng dan Kelas Privat, yang telah diuji melalui tiga siklus rilis Minimum Viable Product (MVP) dan menunjukkan peningkatan minat transaksi early adopter dari 1 menjadi 10 pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa platform ini efektif membantu siswa SMA memahami materi pelajaran secara lebih interaktif dan fleksibel di tengah pembelajaran daring.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









