Operasi Evakuasi Basarnas pada Erupsi Gunung Kelud di Kediri 2014

Authors

  • Binar Aldiarto Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya Author
  • Rojil Nugroho Bayu Aji Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya Author

Keywords:

Basarnas, operasi evakuasi, erupsi Gunung Kelud, Kediri

Abstract

Penelitian ini mengkaji operasi evakuasi BASARNAS pada letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri tahun 2014, dengan fokus pada proses evakuasi, koordinasi antarlembaga, serta dampaknya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Puncu, Ngancar, Kepung, dan Plosoklaten. Penelitian bertujuan merekonstruksi peristiwa tersebut secara historis menggunakan metode sejarah, meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer berupa arsip BASARNAS, laporan BPBD, dokumen tanggap darurat, serta wawancara petugas dan warga, dilengkapi sumber sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, dan berita. Hasil penelitian menunjukkan evakuasi dilaksanakan sejak status Awas ditetapkan pada 13 Februari 2014, melalui penyisiran wilayah berbahaya, pemindahan warga, dan koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, serta relawan, sehingga mampu menekan risiko korban jiwa meskipun menghadapi kendala abu vulkanik, gas beracun, akses terbatas, dan koordinasi. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan evakuasi ditentukan oleh respon cepat, struktur komando, dan koordinasi lintas lembaga, sehingga diperlukan penguatan sistem komunikasi dan kesiapan mitigasi berbasis risiko.

Downloads

Published

20-07-2026

How to Cite

Operasi Evakuasi Basarnas pada Erupsi Gunung Kelud di Kediri 2014. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(07 Juli), 1078-1089. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1782