Rekonstruksi Paradigma Pendidikan: Integrasi Dimensi Intelektual dan Ruhani melalui Pendekatan Ruhiologi
Keywords:
Pendidikan, Ruhiologi, Dimensi intelektual, Spiritual (ruh).Abstract
Artikel ini merekonstruksi konsep dan tujuan pendidikan melalui paradigma ruhiologi. Pendekatan ilmiah transendental ini memosisikan ruh sebagai fondasi eksistensial manusia. Di tengah disrupsi digital abad ke-21 yang memicu krisis spiritualitas, pendidikan kerap tereduksi menjadi sekadar akumulasi kognitif. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis integrasi dimensi intelektual (akal) dan spiritual (ruh) untuk mencapai kesadaran diri yang utuh. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan filosofis transendental dan kajian pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan ruhiologi (Ruhiology Quotient/RQ) berfungsi sebagai meta inteligensi. RQ menggerakkan, membimbing, dan mensinergikan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya peralihan pembelajaran dari pelatihan kognitif murni menuju penyucian jiwa (tazkiyah al nafs). Rekonstruksi ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis ruhiologi melahirkan manusia yang unggul secara akademis, matang secara spiritual, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki ketahanan eksistensial yang kokoh.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









