Risiko Menjadi Korban Cyberbullying Pada Kreator Konten Viral (Studi Kasus Media Sosial TikTok Aura Cinta)
Keywords:
Risiko, Korban, Cyberbullying, Kreator Konten, ViralAbstract
Media sosial diharapkan menjadi ruang interaksi yang aman sekaligus memberikan peluang bagi kreator konten untuk memperoleh perhatian publik melalui fenomena viral. Namun, viralitas juga meningkatkan kerentanan kreator konten terhadap cyberbullying. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana risiko menjadi korban cyberbullying terbentuk pada kreator konten viral dengan studi kasus Aura Cinta di media sosial TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan unitizing, sampling, recording/coding, reducing, abductively inferring, dan narrating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko menjadi korban cyberbullying terbentuk melalui akumulasi gaya hidup digital sebagai kreator konten, meningkatnya visibilitas akibat viralitas, serta interaksi negatif yang berkembang di ruang publik digital. Penelitian ini menegaskan bahwa viralitas tidak hanya meningkatkan popularitas, tetapi juga memperbesar risiko viktimisasi digital bagi kreator konten di media sosial.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









