Strategi Menanggulangi Permukiman Kumuh, Studi Kasus Kelurahan Sukamiskin Arcamanik, Kota Bandung
Keywords:
Permukiman Kumuh, Sukamiskin, Urbanisasi, KOTAKU, Tata RuangAbstract
Tingginya arus urbanisasi dan keterbatasan lahan permukiman di Kota Bandung mengakibatkan munculnya kawasan permukiman kumuh, salah satunya di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik. Penelitian ini dilakukan untuk memahami kondisi permukiman kumuh berkembang, mengapa permasalahan tersebut bisa terjadi, dan upaya penangannya. Dengan menggunakan Literature Review kualitatif, penelitian ini berupaya memahami kondisi tersebut dengan menelaah berbagai literatur dan kajian. Hasil analisis menunjukan bahwa pertumbuhan penduduk yang pesat, lemahnya pengawasan, dan penggunaan lahan yang tidak sesuai menjadi faktor utama ketidakteraturan permukiman. Kemudian implementasi program seperti Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) telah berjalan tetapi belum sepenuhnya efektif karena terbatasnya partisipasi masyarakat dan koordinasi antarpihak. hasil kajian awal menegaskan perlunya strategi penanganan yang lebih kolaboratif, berbasis data, dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan. penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman lebih mengenai tantangan penataan kawasan permukiman perkotaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan tinggal yang lebih layak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









