BEYOND GREENWASHING: REKONSTRUKSI PELAPORAN KEBERLANJUTAN BERBASIS ECO-MASLAHAH DAN PRINSIP TABLIGH
Keywords:
Greenwashing; Eco-Maslahah; Prinsip Tabligh; Pelaporan Keberlanjutan; Akuntansi Syariah; Tadlis.Abstract
Praktik Greenwashing—di mana korporasi memoles citra lingkungan tanpa substansi nyata—telah mencederai integritas pelaporan keberlanjutan global dan dalam perspektif Islam dikategorikan sebagai tindakan Tadlis (penipuan informasi). Standar pelaporan konvensional saat ini sering kali terjebak pada bias materialitas finansial, mengabaikan dimensi spiritual pelestarian alam (Hifdz al-Bi’ah). Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi praktik pelaporan tersebut dan menawarkan model rekonstruksi berbasis Akuntansi Syariah. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kritis, penelitian ini mengintegrasikan konsep Eco-Maslahah (kemaslahatan lingkungan sebagai mandat teologis) dan prinsip Tabligh (penyampaian kebenaran secara transparan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan keberlanjutan harus bertransformasi dari sekadar alat reputasi menjadi instrumen pertanggungjawaban ilahiyah. Model pelaporan berbasis Tabligh menuntut pengungkapan berimbang (balanced disclosure), di mana perusahaan wajib mengungkapkan dampak negatif ekologis secara jujur sebagaimana dampak positifnya, sebagai bentuk amanah kepada Tuhan dan pemangku kepentingan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









