Integrasi Kearifan Lokal Dayak dalam Pembelajaran Geografi untuk Memahami Objek Formal Geografi Kelas X SMA Negeri 7 Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah
Abstract
Pembelajaran Geografi di tingkat SMA selama ini masih cenderung berorientasi pada hafalan konsep, sehingga pemahaman siswa terhadap objek formal Geografi belum optimal. Kurikulum Merdeka menuntut adanya pendekatan kontekstual yang adaptif terhadap lingkungan dan budaya lokal, salah satunya melalui integrasi kearifan lokal Dayak yang mencakup rumah Betang sebagai simbol kehidupan komunal, ladang berpindah sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi geografis, serta pengelolaan hutan adat yang mencerminkan nilai keberlanjutan ruang. Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek 30 siswa kelas X SMA Negeri 7 Palangka Raya menunjukkan bahwa penerapan kearifan lokal tersebut mampu meningkatkan aktivitas belajar, memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep diferensiasi area, interaksi, dan nilai kegunaan ruang, serta menghasilkan produk belajar kreatif berupa poster, peta sederhana, dan video presentasi. Hasil ini tidak hanya membuktikan efektivitas pembelajaran kontekstual berbasis budaya, tetapi juga mendukung teori konstruktivisme serta sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila yang menekankan nilai gotong royong, keberlanjutan lingkungan, dan kebhinekaan global.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









