Makian dalam Bahasa Sunda Dialek Banten: Kajian Pragmatik dan Sematik
Keywords:
Bahasa Sunda Banten , Makian, PragmasematikAbstract
Penelitian ini membahas fenomena makian dalam bahasa Sunda dialek Banten dengan pendekatan pragmasemantik, yaitu gabungan antara analisis makna (semantik) dan konteks penggunaan (pragmatik). Makian, yang umumnya dianggap sebagai bentuk ujaran kasar, ternyata memiliki fungsi komunikatif yang kompleks, mulai dari ekspresi emosi hingga penanda keakraban dan identitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara semi-terstruktur terhadap penutur asli di wilayah Serang, Pandeglang, dan Lebak. Hasil temuan menunjukkan bahwa makian dalam dialek ini memiliki makna yang bervariasi tergantung pada konteks sosial, nada bicara, dan relasi antar penutur. Selain itu, terdapat sejumlah makian khas lokal yang mencerminkan kreativitas linguistik dan nilai-nilai budaya masyarakat Banten. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik, khususnya dalam memahami makian sebagai praktik sosial yang dinamis dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









