PENGARUH KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN SANITASI TERHADAP PENYAKIT MENULAR KOLERA
Abstract
Kolera merupakan penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae dan ditandai dengan diare berair parah serta dehidrasi berat yang dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani segera. Penyakit ini terutama menyebar melalui air dan makanan yang terkontaminasi, dan sangat terkait dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, akses terbatas terhadap air bersih, serta perilaku hidup tidak higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor risiko, mekanisme penularan, serta upaya pencegahan penyakit kolera melalui pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan iklim, peningkatan suhu air laut, serta bencana alam seperti banjir turut memperluas habitat alami V. cholerae, sehingga meningkatkan risiko wabah terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Kelompok paling rentan terhadap infeksi adalah anak-anak di bawah lima tahun dan masyarakat di daerah dengan sanitasi rendah. Pencegahan kolera memerlukan pendekatan multidisipliner yang meliputi peningkatan kualitas sanitasi, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), vaksinasi, serta penguatan sistem surveilans penyakit. Kolera tidak hanya menjadi masalah medis, tetapi juga mencerminkan ketimpangan struktural dalam akses terhadap layanan dasar kesehatan dan lingkungan yang layak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









