PENGGUNAAN TEKNIK SHAPING DAN TOKEN EKONOMI UNTUK MENGATASI PERILAKU PICKY EATER TIDAK MENGKONSUMSI SAYURAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
Keywords:
Picky eater, Shaping, Token ekonomiAbstract
Selama masa anak usia sekolah, anak-anak mengalami transisi penting dari kanak-kanak menuju dewasa yang melibatkan perkembangan mental, fisik, dan emosional yang cepat. Untuk mendukung pertumbuhan anak-anak, diperlukan gizi seimbang yang mencakup nutrisi penting guna memperkuat kekebalan tubuh. Berdasarkan anjuran dari Pedoman Gizi Seimbang (PGS) anak usia sekolah dianjurkan mengonsumsi 300-400 gram sayuran dan buah-buahan setiap hari. Picky eating menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tidak terpenuhinya nutrisi pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah perilaku picky pada anak. Subjek penelitian ini adalah anak perempuan berinisial F yang berusia 9 tahun. F mengalami picky eater menghindari mengonsumsi sayur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah shaping dan token ekonomi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan frekuensi makan sayur pada F. Berdasarkan hal tersebut, maka hasil penelitian menunjukkan teknik shaping dan token ekonomi efektif untuk mengubah perilaku picky eater pada anak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









