Fenomena FoMO dan Self-Reward dalam Perilaku Konsumsi Generasi Z pada Tren Matcha Ube
Keywords:
Motivasi Konsumsi, Tren Kuliner, ViralAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena Fear of Missing Out (FoMO) dan self-reward dalam perilaku konsumsi Generasi Z pada tren Matcha Ube di media sosial. Penelitian ini menggunakan konsep FoMO dari Przybylski et al. (2013), konsep self-reward yang berlandaskan kajian self-gift dari Mick dan DeMoss (1990), serta konsep perilaku konsumsi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima informan Generasi Z yang pernah mengetahui, membeli, dan mengonsumsi Matcha Ube, kemudian dianalisis berdasarkan tema FoMO, self-reward, dan perilaku konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO muncul dengan tingkat yang berbeda pada setiap informan. Sebagian informan terdorong mencoba Matcha Ube setelah melihat orang lain mengonsumsinya dan membagikan pengalaman tersebut di media sosial, sedangkan informan lainnya tidak merasa tertinggal meskipun mengetahui tren. Konsumsi Matcha Ube juga dimaknai sebagai bentuk self-reward untuk memberikan kesenangan atau penghargaan kepada diri sendiri. FoMO dan self-reward dapat muncul dalam pengalaman konsumsi yang sama, bahkan makna konsumsi dapat berubah dari mengikuti tren menjadi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









