Suara yang Tertahan: Ketakutan Berpendapat pada Mahasiswa yang Berakar dari Pengabaian Emosional Masa Kecil
Keywords:
pengabaian emosional, ketakutan berpendapat, communication apprehension, mahasiswa, studi kasusAbstract
Ketakutan berpendapat merupakan hambatan yang lazim dialami mahasiswa dan sering dipahami semata-mata sebagai kurangnya keterampilan komunikasi. Penelitian ini bertujuan memahami keterkaitan pengalaman pengabaian emosional masa kecil dengan ketakutan mahasiswa mengemukakan pendapat di perkuliahan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini melibatkan dua mahasiswa (laki-laki dan perempuan) yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan, dianalisis secara tematik, dan divalidasi dengan triangulasi teknik. Hasil menunjukkan kedua subjek memiliki pengalaman tidak didengarkan atau disepelekan yang berkaitan dengan keengganan berdiskusi di kelas: subjek laki-laki menarik diri secara pasif, sedangkan subjek perempuan mengalami kecemasan, overthinking, dan cenderung mengikuti pendapat orang lain. Temuan dibahas melalui konsep communication apprehension, fear of negative evaluation, dan budaya hierarkis. Simpulannya, ketakutan berpendapat tidak semata-mata soal kemampuan komunikasi, tetapi dapat berakar dari pengalaman emosional masa lalu.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









