Sejarah Pembuatan Kain Motif Pa'uf Pada Masyarakat Di Desa Ajaobaki Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan
Keywords:
Sejarah, kain tenun, motif Pa’uf, makna, masyarakat MolloAbstract
Pengetahuan generasi muda tentang sejarah dan makna kain tenun motif Pa’uf kian terbatas. Penelitian ini bertujuan mengungkap sejarah pembuatan kain Pa’uf serta maknanya bagi masyarakat Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kualitatif dengan tiga informan purposif, yaitu tokoh adat, penenun, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pa’uf dikaitkan dengan peristiwa pasca-kemerdekaan 1945, ketika perempuan penenun atas arahan Usif Oematan menuangkan simbol kebangsaan ke dalam kain Bet Muti merah-putih. Kain dibuat manual dengan alat tenun gedogan, diwariskan melalui garis perempuan, dan kini dipakai seluruh lapisan masyarakat, meski bahan alami sebagian digantikan benang pabrikan. Motif belah ketupat melambangkan delapan Atoin Amaf, sedangkan warna, bahan, dan alat tenun memuat nilai persatuan, keadilan, dan penghormatan kepada leluhur. Kelestarian Pa’uf bergantung pada pewarisan pengetahuan lintas generasi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









