Persepsi Wali Murid TK A Terhadap Hasil Belajar dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka: Kajian Urban-Rural Malang
Keywords:
persepsi wali murid; hasil belajar anak; TK A; Kurikulum Merdeka; urban-ruralAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi wali murid TK A terhadap hasil belajar anak, mendeskripsikan persepsi mengenai relevansi hasil belajar dengan prinsip pembelajaran PAUD pada Kurikulum Merdeka, serta membandingkannya antara konteks urban dan rural di Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif dan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat pada wali murid TK A di Kecamatan Klojen, Kota Malang, sebagai konteks urban dan desa berstatus perdesaan di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, sebagai konteks rural. Setelah pembersihan data, 293 respons dianalisis, terdiri atas 155 responden Klojen dan 138 Wajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap hasil belajar anak berada pada kategori tinggi di Klojen (mean item = 4,104) dan Wajak (3,896). Persepsi mengenai relevansi dengan Kurikulum Merdeka juga berada pada kategori tinggi di Klojen (4,059) dan Wajak (3,871). Uji Mann–Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua wilayah pada persepsi hasil belajar (U = 7.636,500; Z = −4,233; p < 0,001) dan relevansi dengan Kurikulum Merdeka (U = 7.792,500; Z = −4,015; p < 0,001), dengan ukuran efek kecil. Secara umum, wali murid di kedua wilayah menerima pembelajaran holistik dan berbasis bermain, tetapi calistung dan lembar kerja masih dipandang sebagai indikator keberhasilan, terutama di Wajak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









