SEJARAH PERALIHAN SWAPRAJA AMANUBAN MENJADI DAERAH TINGKAT II TIMOR TENGAH SELATAN DI BAWAH KEPEMIMPINAN KUSA NOPE TAHUN 1960-1972
Keywords:
Sejarah, Peralihan, Swapraja Amanuban, Kusa Nope, Timor Tengah SelatanAbstract
Penghapusan sistem swapraja pada masa awal kemerdekaan mengubah tatanan pemerintahan tradisional di Timor Tengah Selatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan latar belakang sejarah peralihan Swapraja Amanuban menjadi Daerah Tingkat II Timor Tengah Selatan di bawah kepemimpinan Kusa Nope tahun 1960-1972 serta dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian historis ini dilaksanakan di Niki-Niki, Amanuban Tengah, dengan informan yang ditentukan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, lalu dianalisis melalui heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan itu bagian dari kebijakan nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 dan Nomor 69 Tahun 1958, dan Kusa Nope menjadi bupati pertama melalui konsensus tiga raja. Peralihan mengubah sistem pemerintahan, hubungan masyarakat dengan penguasa, serta kewajiban adat, dan mendorong pembangunan, sedangkan nilai budaya tetap dipertahankan. Kepemimpinan Kusa Nope menjembatani pemerintahan tradisional dan modern.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









