Pendekatan ‘Irfānī-Kontekstual dalam Penafsiran Al-Qur’an: Makna Bacaan Isti‘Ādhah

Authors

  • Mohammad Ridho Mursyid Dosen Ma’had Aly Nurul Burhany Mranggen Demak Author

Keywords:

irfānī-kontekstual, tafsir sufistik, tafsir kontekstual, isti‘ādhah, epistemologi tafsir

Abstract

Keterbukaan al-Qur’an terhadap keragaman penafsiran melahirkan corak pembacaan yang bergerak antara dimensi zhahir dan batin. Nalar ‘irfānī menawarkan penggalian makna batin melalui pengalaman intuitif, kasyf, dan penghayatan spiritual, tetapi pendekatan ini sering dipersoalkan karena dinilai subjektif, sulit diverifikasi, dan kurang responsif terhadap perubahan sosial. Artikel ini bertujuan merekonstruksi nalar ‘irfānī melalui pendekatan kontekstual serta menerapkannya pada pemaknaan bacaan isti‘ādhah. Penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber utama meliputi karya tentang epistemologi ‘irfānī, tafsir sufistik, tafsir kontekstual, serta penafsiran yang berkaitan dengan isti‘ādhah, sedangkan artikel jurnal lima tahun terakhir digunakan untuk memperkuat perkembangan diskursus. Hasil kajian menunjukkan bahwa nalar ‘irfānī tidak harus diposisikan sebagai pembacaan yang meninggalkan makna zhahir. Makna batin dapat diterima ketika berangkat dari makna kebahasaan, tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat, memiliki koherensi dengan tradisi penafsiran, dan mampu memperlihatkan relevansi etis dalam konteks kehidupan. Pemaknaan isti‘ādhah melalui kerangka ‘irfānī-kontekstual memperlihatkan bahwa permohonan perlindungan kepada Allah tidak berhenti pada formula lisan, tetapi mengandung latihan kerendahan hati, pengendalian keakuan, kesadaran akan kelemahan diri, serta sikap sosial yang menolak kesombongan dan monopoli kebenaran. Pendekatan ‘irfānī-kontekstual dengan demikian dapat menjadi jalan untuk mempertahankan kedalaman spiritual tafsir sufistik sekaligus mendialogkannya dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Downloads

Published

23-09-2026

How to Cite

Pendekatan ‘Irfānī-Kontekstual dalam Penafsiran Al-Qur’an: Makna Bacaan Isti‘Ādhah. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(09 September), 618-629. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/2049