UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI PUPUK HAYATI BERBASIS BACILLUS DAN NPK TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN FASE PEMBIBITAN SAWI PAGODA (BRASSICA NARINOSA).
Keywords:
fase pembibitan, NPK, pupuk hayati, sawi pagoda, pertumbuhanAbstract
Fase pembibitan merupakan masa kritis dalam budidaya sawi pagoda (Brassica narinosa), di mana penggunaan pupuk anorganik seperti NPK sering memicu cekaman abiotik akibat stres osmotik pada sistem perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas aplikasi pupuk hayati berbasis konsorsium Bacillus sp. dengan pupuk kimia NPK terhadap laju pertumbuhan vegetatif pembibitan sawi pagoda. Eksperimen dilaksanakan di Rumah Kaca Universitas Pertahanan RI menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan, yaitu Kontrol (P0), Pupuk Hayati + Bacillus sp. (P1), dan Pupuk Kimia NPK (P2), yang masing-masing diulang tiga kali selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 memberikan laju pertumbuhan tinggi tanaman yang paling optimal dengan rata-rata 9,83 cm. Sebaliknya, perlakuan P2 menghasilkan pertumbuhan terendah yakni 7,17 cm, bahkan berada di bawah kontrol P0 (8,50 cm), karena tingginya konsentrasi garam yang memicu plasmolisis akar. Kesimpulannya, pupuk hayati Bacillus sp. secara signifikan lebih efektif memacu pertumbuhan bibit dibandingkan pupuk NPK. Penelitian ini berkontribusi pada praktik pertanian berkelanjutan dengan merekomendasikan agen biologi sebagai substitusi absolut pupuk kimia pada fase kritis perkecambahan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









