Analisis Jaringan Sosial Triliunan Rupiah Makan Bergizi Gratis Di Media Sosial X

Authors

  • Indri Anjar Kartika Sari Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Budaya dan Politik UPN Veteran Jawa Timur Author
  • Catur Suratnoaji Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Budaya dan Politik UPN Veteran Jawa Timur Author
  • Agus Widiyarta Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Budaya dan Politik UPN Veteran Jawa Timur Author

Keywords:

Program Makan Bergizi Gratis, Social Network Analysis, Sindiran Digital, IndoBERT, Marketing 6.0, Phygital Gap, Twitter/X

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang dirancang sebagai intervensi sosial-kesehatan berskala nasional untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. Program ini memiliki konsekuensi fiskal yang besar: pada tahap awal implementasi tahun 2025 pemerintah mengalokasikan Rp71 triliun dari APBN, dan pagu indikatif 2026 sempat disesuaikan dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Di tengah skala program yang besar ini, sejumlah persoalan tata kelola dan operasional — termasuk penghentian sementara ribuan unit SPPG, dugaan pengadaan fiktif, dan kontroversi impor wadah makanan — memunculkan gelombang kritik dan sindiran digital di platform X yang berpotensi mengikis kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang memadukan Social Network Analysis (SNA) berbasis NetworkX dan Algoritma Louvain dengan klasifikasi emosi dan deteksi sindiran berbasis IndoBERT, untuk memetakan struktur jaringan komunikasi, aktor dominan, serta pola afektif warganet dalam diskursus Program MBG selama periode Maret–Mei 2026. Korpus resmi penelitian terdiri atas 973 aktor (nodes) yang terhubung melalui 658 relasi mention (edges), membentuk 332 komponen jaringan. Hasil analisis SNA menunjukkan nilai modularity sebesar 0,9837 — jauh melampaui ambang 0,3 (Newman, 2006) — yang mengindikasikan fragmentasi jaringan yang sangat tinggi; komponen jaringan terbesar hanya mencakup sekitar 9% dari total aktor. Akun @grok dan @prabowo teridentifikasi sebagai aktor dengan sentralitas tertinggi dalam jaringan. Evaluasi model IndoBERT untuk klasifikasi emosi dan deteksi sindiran pada testing set mengungkap cacat pada pelabelan data uji, sehingga hasil klasifikasi emosi dan sindiran, serta sintesis kuantitatif terhadap konsep phygital gap dari Marketing 6.0, belum dapat dirampungkan secara valid pada tahap penulisan ini dan menjadi bagian dari keterbatasan penelitian yang diakui secara terbuka.

Downloads

Published

15-09-2026

How to Cite

Analisis Jaringan Sosial Triliunan Rupiah Makan Bergizi Gratis Di Media Sosial X. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(09 September), 248-257. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/2009