Komunikasi Terapeutik dan CSR Spiritual: Studi Kasus Pendampingan Penyandang Disabilitas Mental oleh Relawan Ritel Modern di Yayasan Pelita Jiwa

Authors

  • Reni Sara Indrawati Universitas Pelita Harapan Author

Keywords:

Komunikasi Terapeutik, CSR Spiritual, Pendampingan Penyandang Disabilitas Mental, Relawan, Ritel Modern, Komunikasi Interpersonal

Abstract

Kesehatan jiwa di Indonesia menghadapi krisis struktural dengan prevalensi gangguan mental emosional yang melonjak dari 6% (2013) menjadi 9,8% (2018). Di tengah terbatasnya tenaga profesional, peran relawan non-medis dalam pendampingan penyandang disabilitas mental menjadi krusial, terutama melalui pendekatan komunikasi. Artikel ini mengkaji praktik komunikasi terapeutik dan strategi CSR spiritual dalam kegiatan pendampingan penyandang disabilitas mental oleh relawan Persekutuan Doa MPPA di Yayasan Pelita Jiwa, Tangerang, pada 11 April 2026. Menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif dengan observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara informal, penelitian ini melibatkan 35 penghuni yayasan dan 30 relawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang diimplementasikan relawan melalui empati komunikatif, validasi afirmatif, dan pendengaran aktif berhasil menciptakan ruang aman bagi penyandang disabilitas mental untuk mengekspresikan diri. Kegiatan ini juga merepresentasikan model CSR spiritual yang memperluas paradigma tanggung jawab sosial ritel modern dari donasi material menuju kesejahteraan psikososial holistik. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan konsep Spiritual CSR Communication dalam kajian komunikasi korporat dan komunikasi kesehatan di Indonesia.

Downloads

Published

01-08-2026

How to Cite

Komunikasi Terapeutik dan CSR Spiritual: Studi Kasus Pendampingan Penyandang Disabilitas Mental oleh Relawan Ritel Modern di Yayasan Pelita Jiwa. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(08 Agustus), 1222-1230. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1974