HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN TINGKAT KEPEKAAN PENDENGARAN PEKERJA UD X
Keywords:
kebisingan, masa kerja, kepekaan pendengaranAbstract
Paparan kebisingan di area kerja industri menjadi salah satu aspek risiko dominan timbulnya gangguan pendengaran pada pekerja. Industri skala kecil dan menengah sering kali memiliki tingkat kebisingan yang tinggi melalui implementasi keselamatan dan kesehatan kerja yang masih terbatas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penurunan kepekaan pendengaran. Penelitian ini bertujuan dalam mengkaji hubungan faktor individu juga intensitas kebisingan dengan tingkat kepekaan pendengaran pada pekerja industri senapan angin UD Faskho Kabupaten Kediri. Penelitian ini mengimplementasikan desain observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sejumlah 35 pekerja bagian produksi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran intensitas kebisingan menggunakan sound level meter, penilaian kepekaan pendengaran menggunakan tes bisik (whisper test), serta kuesioner karakteristik responden. Analisis data diterapkan melalui uji univariat serta bivariat berupa uji korelasi Spearman pada alpha 0,05. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa usia (r=0,697; p=0,000), masa kerja (r=0,704; p=0,000), durasi kerja (r=0,337; p=0,048), dan intensitas kebisingan (r=0,578; p=0,000) memiliki hubungan nyata dengan tingkat kepekaan pendengaran pekerja. Disimpulkan bahwa faktor individu dan intensitas kebisingan berhubungan dengan penurunan kepekaan pendengaran pada pekerja UD Faskho.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









