Implementasi Manajemen Pesantren Ramah Anak: Langkah Strategis Menepis Stigma Negatif Pondok Pesantren

Authors

  • Fufa Masruro Universitas Madani Indonesia Author

Keywords:

manajemen pesantren, pesantren ramah anak, perlindungan anak, pengasuhan positif, school climate, reputasi pesantren

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual generasi muda di Indonesia. Karakteristik pesantren sebagai lembaga pendidikan berasrama memberikan peluang besar bagi pembentukan karakter melalui proses pendidikan yang berlangsung secara intensif, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan dalam aspek perlindungan dan pemenuhan hak anak. Munculnya berbagai kasus kekerasan, perundungan, dan pelanggaran terhadap hak anak di lingkungan pendidikan berbasis pesantren berpotensi membentuk stigma negatif terhadap pesantren secara keseluruhan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya transformasi tata kelola pesantren dari pendekatan yang berorientasi pada kepatuhan dan pengendalian menuju manajemen yang mampu mengintegrasikan pendidikan, pengasuhan, perlindungan, partisipasi, dan evaluasi. Artikel ini bertujuan menganalisis secara konseptual implementasi manajemen Pesantren Ramah Anak sebagai strategi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pesantren. Artikel menggunakan pendekatan kajian konseptual melalui penelusuran dan analisis literatur ilmiah serta dokumen kebijakan mengenai pesantren, perlindungan anak, pendidikan ramah anak, pengasuhan positif, dan pencegahan kekerasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Pesantren Ramah Anak perlu ditempatkan sebagai transformasi tata kelola kelembagaan melalui enam dimensi utama yang dirumuskan dalam model 6P, yaitu Policy, People, Parenting, Protection, Participation, dan Performance. Keenam dimensi tersebut membentuk sistem yang saling berkaitan mulai dari formulasi kebijakan, penguatan kompetensi sumber daya manusia, transformasi pola pengasuhan, sistem perlindungan, partisipasi pemangku kepentingan, hingga monitoring dan evaluasi. Artikel ini menawarkan perspektif bahwa Pesantren Ramah Anak tidak hanya merupakan mekanisme perlindungan santri, tetapi juga dapat menjadi strategi manajemen reputasi berbasis kualitas tata kelola. Implementasi yang konsisten berpotensi memperkuat rasa aman dan keterhubungan santri, meningkatkan kepercayaan orang tua dan masyarakat, serta mengurangi generalisasi stigma negatif terhadap pesantren.

Downloads

Published

11-08-2026

How to Cite

Implementasi Manajemen Pesantren Ramah Anak: Langkah Strategis Menepis Stigma Negatif Pondok Pesantren. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(08 Agustus), 499-511. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1893