Sensitivitas Antibiotik pada Bakteri Staphylococcus Aureus Resisten Methicillin di Ruang Rawat Inap Non-Intensif Rsud Raden Mattaher Periode Januari-Desember 2023
Keywords:
MRSA, Staphylococcus Aureus, Sensitivitas AntibiotikAbstract
MRSA merupakan bakteri Staphylococcus aureus yang telah mengalami resisten dan menjadi masalah kesehatan global yang sangat berhubungan dengan infeksi yang susah disembuhkan dan morbiditas yang tinggi. MRSA juga berperan atas peningkatan kebutuhan biaya kesehatan karena infeksi yang sulit disembuhkan dan durasi perawatan yang lebih lama. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola sensitivitas antibiotik pada bakteri Staphylococcus aureus resisten methicillin di ruang rawat inap non-intensif RSUD Raden Mattaher periode Januari-Desember 2023. Metode penelitian ini menggunakan penelitian dengan desain deskriptif. Desain ini dipilih untuk menggambarkan pola sensitivitas antibiotik pada Staphylococcus aureus resisten methicillin di ruang rawat inap non-intensif RSUD Raden Mattaher periode Januari-Desember 2023. Dari 224 sampel diperoleh 27 sampel (12%) sebagai Staphylococcus aureus, dari 27 sampel tersebut diantaranya sebanyak 7 (26%) Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan 20 (74%) Methicillin Sensitive Staphylococcus aureus (MSSA). Jenis sampel dari 7 pasien yang positif MRSA, paling banyak didapatkan dari sampel pus yaitu 6 pasien (85,7%). Insidensi terbanyak adalah perempuan 6 (85,7%) dengan kelompok usia terbanyak ≥50 tahun sebanyak 3 pasien (42,8%). Sensitivitas vancomycin sebagai terapi utama penanganan MRSA sebesar (100%) dan antibiotik alternative choice untuk MRSA seperti tigecycline dan linezolid sebesar (100%). Berdasarkan penelitian ini, Jumlah pasien sebanyak 7 orang didominasi jenis kelamin perempuan. Dengan jenis sampel terbanyak berupa pus. Antibiotik yang menjadi terapi MRSA seperti vancomycin, linezolid dan tigecycline sensitif (100%).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









