Review Jurnal: Ekspresi Gen Berlebih dan Ketidakstabilan DNA pada Penderita Trisomi 21
Keywords:
Trisomi 21, Sindrom Down, Polimorfisme APOE, Nondisjunction, Ekspresi genAbstract
Sindrom Down atau Trisomi 21 merupakan kelainan kromosom akibat nondisjunction yang sangat dipengaruhi oleh mutasi genetik, polimorfisme, dan ketidakstabilan kromosom. Review ini mengkaji faktor molekuler yang mendasari Trisomi 21, termasuk mutasi gen pengatur meiosis, polimorfisme gen Apolipoprotein E (APOE), dan dampak ekspresi berlebih gen pada kromosom 21. Berdasarkan literatur, mutasi genetik mengganggu kohesi kromosom dan metilasi DNA, sementara variasi genotip APOE dan overekspresi gen Protein Prekursor Amiloid (APP) mempercepat penuaan dini otak. Kesimpulannya, ketidakstabilan DNA dan ekspresi gen berlebih adalah interaksi multifaktorial yang memengaruhi keparahan fenotipik penderita.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









