Komunikasi Semiotika dalam Tradisi Methik Bagi Petani Hindu di Sumbersewu Banyuwangi

Authors

  • Fingky Alvina Damayanti Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Denpasar, Indonesia Author
  • I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Denpasar, Indonesia Author
  • Ulio Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Denpasar, Indonesia Author

Keywords:

Tradisi Methik, Semiotika Roland Barthes, Komunikasi Budaya, Petani Hindu, Banyuwangi

Abstract

Tradisi Methik merupakan ritual pertanian yang dilaksanakan oleh masyarakat petani Hindu di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi sebagai wujud rasa syukur menjelang masa panen. Pelaksanaannya menggunakan berbagai simbol nonverbal yang sarat makna kultural dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitos dari tanda-tanda ritual dalam Tradisi Methik berdasarkan perspektif semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Lokasi penelitian berada di Desa Sumbersewu, Banyuwangi. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling yang terdiri dari pemimpin ritual dan petani Hindu setempat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang dipadukan dengan teori semiotika Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda ritual Methik meliputi cok bakal, ingkung, purian, banten sodan, dan mantra. Secara denotatif, tanda-tanda tersebut dimaknai berdasarkan wujud fisik dan fungsi ritualnya. Secara konotatif, cok bakal melambangkan asal mula kehidupan dan kesuburan; ingkung melambangkan keikhlasan, kepasrahan, dan kebersamaan; purian melambangkan ketulusan persembahan; banten sodan melambangkan penghormatan pada sumber kehidupan; serta mantra melambangkan komunikasi spiritual. Pada tingkat mitos, Tradisi Methik merepresentasikan ideologi keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana) serta keyakinan bahwa hasil bumi adalah anugerah yang wajib disyukuri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tradisi Methik berfungsi sebagai praktik komunikasi budaya yang memperkuat identitas dan solidaritas sosial masyarakat agraris.

Downloads

Published

06-08-2026

How to Cite

Komunikasi Semiotika dalam Tradisi Methik Bagi Petani Hindu di Sumbersewu Banyuwangi. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(08 Agustus), 334-341. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1878