Membangun Komunitas Pedagang Pasar Sirahan Pulokulon Yang Berdaya Saing Melalui Peningkatan Kemitraan Usaha
Keywords:
komunitas, pedagang, pasar, kemitraanAbstract
Pasar tradisional Sirahan di Kecamatan Pulokulon, Grobogan, menghadapi tantangan serius akibat penetrasi ritel modern dan keterbatasan manajemen internal pedagang yang masih bersifat individualistik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pedagang hasil bumi (sayur, ikan, ayam, dan telur) melalui penguatan kemitraan usaha kolektif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Appraisal yang meliputi empat tahapan: asesmen kebutuhan, workshop literasi keuangan dan pemasaran digital, fasilitasi pembentukan kelompok usaha berdasarkan jenis komoditas, serta pendampingan kemitraan dengan pemasok dan lembaga keuangan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pedagang dalam memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta terbentuknya rintisan komunitas dagang yang memiliki daya tawar (bargaining power) lebih kuat dalam pengadaan stok barang secara kolektif. Keberhasilan program ini mengonfirmasi bahwa sinergi antar pedagang dan akses ke jejaring eksternal merupakan kunci transformasi pasar tradisional dari pusat transaksi konvensional menjadi ekosistem ekonomi perdesaan yang inovatif dan berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









