Perbandingan Efikasi dan Keamanan Berbagai Golongan Terapi Antiemetik pada Penatalaksanaan Mual dan Muntah: Sebuah Systematic Review

Authors

  • Norman Dyanto Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 (UTA'45) Jakarta Author
  • Pida Khaerunisa Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 (UTA'45) Jakarta Author
  • Junaida Pramesti Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 (UTA'45) Jakarta Author
  • Fulgencia Maria Amelia Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 (UTA'45) Jakarta Author

Keywords:

antiemetik, mual, muntah, PRISMA, systematic review

Abstract

Mual dan muntah merupakan gejala klinis yang sering dijumpai pada berbagai kondisi, meliputi kemoterapi (chemotherapy-induced nausea and vomiting/CINV), pasca-bedah (postoperative nausea and vomiting/PONV), gastroenteritis akut, kehamilan, dan mabuk perjalanan. Berbagai golongan obat antiemetik tersedia dengan mekanisme kerja berbeda, meliputi antagonis reseptor 5-hidroksitriptamin-3 (5-HT3), antagonis reseptor dopamin, antagonis reseptor neurokinin-1 (NK1), antihistamin, dan kortikosteroid. Penelitian ini bertujuan merangkum bukti ilmiah terkini mengenai efikasi dan keamanan komparatif berbagai golongan terapi antiemetik. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, Cochrane Library, dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci antiemetic, nausea, vomiting, comparative efficacy, randomized controlled trial. Setelah proses seleksi bertahap, sejumlah studi memenuhi kriteria inklusi untuk disintesis secara kualitatif. Hasil review menunjukkan bahwa golongan antagonis reseptor 5-HT3 (khususnya palonosetron) secara konsisten menunjukkan efikasi yang setara atau lebih unggul dibandingkan ondansetron generasi awal dalam pencegahan PONV dan CINV, terutama pada fase lambat (delayed phase). Kombinasi tiga golongan obat (5-HT3 RA, deksametason, dan antagonis NK1) memberikan kontrol emesis terbaik pada kemoterapi dengan potensi emetogenik tinggi. Pada konteks gastroenteritis akut anak, ondansetron oral dosis tunggal terbukti efektif menurunkan kebutuhan rehidrasi intravena. Kombinasi promethazine dan deksametason menunjukkan efikasi yang sebanding dengan ondansetron pada PONV dengan keunggulan dari sisi biaya. Kesimpulannya, pemilihan terapi antiemetik perlu disesuaikan dengan konteks klinis, mempertimbangkan efikasi, profil keamanan, dan aspek farmakoekonomi.

Downloads

Published

27-07-2026

How to Cite

Perbandingan Efikasi dan Keamanan Berbagai Golongan Terapi Antiemetik pada Penatalaksanaan Mual dan Muntah: Sebuah Systematic Review. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(07 Juli), 1451-1464. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1825