Hubungan Tingkat Konsumsi Protein Terhadap Status Gizi Anak Usia 1-5 Tahun
Keywords:
antropometri, anak, balita, protein, status giziAbstract
Protein merupakan sumber asam amino esensial lengkap untuk tumbuh kembang anak di masa golden age (1-5 tahun). Namun konsumsi protein pada anak Indonesia masih tergolong rendah, hal ini perlu diperhatikan karena berkaitan dengan masalah gizi. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat konsumsi protein terhadap status gizi anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Posyandu Puskesmas Simpang IV Sipin. Desain penelitian cross-sectional terhadap 108 anak sebagai responden yang tersebar di 27 posyandu dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Memperoleh data dengan kuesioner food recall 24H serta penilaian status gizi yang diukur menggunakan indikator BB/PB atau BB/TB. Data dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Pearson Chi-Square (P < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak memiliki status gizi baik (82,4%), tetapi masih terdapat anak dengan gizi kurang (4,6%) dan gizi lebih (13,0%). Analisis bivariat menghasilkan nilai P = 0,047. Protein sangat penting untuk asupan gizi anak karena mengandung asam amino esensial lengkap yang mudah diserap tubuh, sebagai mediator pertumbuhan tulang, membantu mengatur metabolisme, dan memperbaiki jaringan yang rusak dengan menstimulasi hormon Insulin like Growth Factor 1 (IGF-1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









