Gemeente Mojokerto pada Masa Krisis Ekonomi Tahun 1929-1938
Keywords:
krisis ekonomi 1929, Gemeente Mojokerto, ekonomi kolonial, dampak sosialAbstract
Penelitian mengenai Gemeente Mojokerto Pada Masa Krisis Ekonomi Tahun 1929-1938 ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dampak krisis ekonomi global 1929 (Great Depression) terhadap wilayah kolonial, khususnya Gemeente Mojokerto. Krisis tersebut memengaruhi kondisi ekonomi, kebijakan fiskal, dan kehidupan sosial masyarakat Hindia Belanda. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ekonomi Gemeente Mojokerto pada tahun 1929–1938 serta dampak krisis terhadap masyarakatnya. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan arsip kolonial, laporan statistik, surat kabar sezaman, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekonomi menyebabkan penurunan perdagangan, pendapatan pajak, dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada komoditas ekspor, terutama gula. Dampaknya terlihat pada meningkatnya pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat, serta terganggunya lembaga kredit rakyat (Volkscredietwezen). Pemerintah Gemeente Mojokerto merespons melalui kebijakan penghematan dan penyesuaian fiskal, meskipun belum sepenuhnya mampu mengatasi permasalahan sosial yang muncul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis ekonomi global memiliki pengaruh langsung terhadap struktur ekonomi lokal dan kehidupan sosial masyarakat di Gemeente Mojokerto. Penelitian lanjutan mengenai kota-kota lain diperlukan untuk memperkaya kajian sejarah ekonomi lokal di Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









