Analisis Resiko Kecacatan Produk Menggunakan Metode FMEA dan FTA di Pabrik Mie Lethek Bendo Cap Garuda

Authors

  • Ahmad Nur Fatoni Program Studi Teknik Industri, Universitas Teknologi Yogyakarta Author
  • Ayudyah Eka Apsari Program Studi Teknik Industri, Universitas Teknologi Yogyakarta Author

Keywords:

kecacatan produk, FMEA, FTA, Risk Priority Number, pengendalian kualitas

Abstract

Tingkat kecacatan produk pada Pabrik Mie Lethek Asli Bendo Cap Garuda masih berada pada kisaran 6–7%, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 5%, sehingga diperlukan analisis untuk mengidentifikasi penyebab dan menentukan prioritas perbaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kecacatan produk menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Metode FMEA digunakan untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), sedangkan FTA digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat retak atau hancur merupakan jenis kecacatan dominan dengan persentase 53,25%. Nilai RPN tertinggi sebesar 245 ditemukan pada proses pengangkatan akibat penanganan yang kurang hati-hati. Analisis FTA menunjukkan bahwa faktor manusia dan metode kerja, terutama belum adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, menjadi penyebab utama kecacatan. Usulan perbaikan meliputi penyusunan dan penerapan SOP, pelatihan operator, peningkatan pengendalian kualitas bahan baku, serta perbaikan kondisi lingkungan produksi. Implementasi usulan tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk.

Downloads

Published

01-07-2026

How to Cite

Analisis Resiko Kecacatan Produk Menggunakan Metode FMEA dan FTA di Pabrik Mie Lethek Bendo Cap Garuda. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(07 Juli), 113-123. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1670